Komisi II DPRD Sekadau akan Turun Langsung Tinjau PKS

Editor: Redaksi

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Hanura, Liri Muri (kiri) dan Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi PDI Perjuangan, Ari Kurniawan Wiro (kanan). 
Sekadau Kalbar, Borneopost.id - Harga Tandan Buah Segar (TBS) terjun bebas lagi. TBS terus merosot diduga akibat siklus lanjutan kebijakan pemerintah tentang larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) di bulan lalu yang berdampak hingga saat ini, Senin (27/6/2022). 

Terkait dengan Anjloknya harga TBS, Anggota komisi II meminta agar pemerintah daerah kabupaten Sekadau harus segera menyikapi persoalan tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Partai PDI Perjuangan mengatakan, sawit jelas tertuang dalam program unggulan pemerintah daerah kabupaten Sekadau. Maka harus segera di beri solusi komplit.

"Tindak tegas perusahaan-perusahaan yang mengabaikan masyarakat," tegasnya.

"Kami berharap agar persoalan ini segera di tindak tegas, kami dari anggota komisi II bersama rekan-rekan akan berkomunikasi dengan ketua komisi, mungkin dalam waktu dekat kami akan turun langsung meninjau ke lapangan, apa persoalan yang terjadi di PKS-PKS tersebut," tutup Ari Kurniawan Wiro.

Dalam kesempatan yang sama, Liri Muri, yang juga Anggota Komisi II DPRD Sekadau dari Fraksi Hanura mengatakan, TBS per 1-30 Juni ada standar Dinas perkebunan (Disbun),mulai dari tahun tanam 3-25 tahun, di ambil dari standar harga rata-rata dari 10-20 tahun harganya masih Rp2.733,68  yang di tetapkan oleh Disbun.

"Bagi PKS yang melanggar ini saya anggap adalah sebuah kenakalan yang menurut saya di sengajakan oleh pelaku bisnis seperti ini. Sementara kaitannya itu ada pemerintah daerah dalam hal ini berwenang untuk menegur dan memberi peringatan," tegasnya.

"Saya sebagai wakil masyarakat Kabupaten Sekadau, khususnya Dapil 3 Belitang akan melakukan langkah-langkah untuk memperjuangkan hak-hak kami karena hal ini bersinggungan dengan rogram unggulan IP3K," pungkasnya. (yati)

Share:
Komentar

Berita Terkini