Harga Pupuk Mahal, Harga TBS Anjlok Petani Mengeluh

Editor: Redaksi

M. Ardiansyah, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Nasdem. 
Sekadau Kalbar, Borneopost.id - Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan naiknya harga pupuk saat ini sangat memprihatinkan bagi petani sawit yang ada di Kalimantan Barat khususnya bagi petani sawit yang ada dikabupaten Sekadau. 

Salah satu petani kelapa sawit,  Darsono, (51) asal Sebrang Kapuas menyampaikan keluhannya tentang harga pupuk yang saat ini harganya terlalu tinggi, salah satunya adalah harga pupuk Mutiara Biru dengan kemasan 50 kilogram harganya sudah mencapai sekitaran Rp900.000 dan pupuk Urea perkarungnya sudah mencapai sekitaran lebih dari Rp400.000. 

"Dengan keadaan harga sawit yang sekarang dan harga pupuk yang tinggi, kami sebagai petani sawit ingin mendapatkan harga yang seimbang," harap Darsono. 

Menanggapi hal tersebut, M.Ardiansyah, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Partai Nasdem juga mengatakan, anjloknya harga TBS saat ini sangat berpengaruh besar bagi petani-petani sawit di kabupaten Sekadau karena pada umumnya pendapatan mereka kebanyakan dari kelapa sawit. 

"Dengan harga TBS yang rendah, tentunya sangat tidak seimbang dengan biaya operasional dan biaya perawatan kelapa sawit yang tinggi saat ini," jelasnya. 

"Selain itu kita berharap kepada pemerintah agar mengupayakan peningkatan harga komoditi dan bisa menstabilkan kembali harga TBS," timpalnya. 

"Kita juga berharap kepada pemerintah daerah dan kepada Dinas-dinas terkait yang ada di pusat maupun di provinsi untuk lebih mengupayakan dan melanjutkan keluh kesah para petani," pungkasnya. (yati)

Share:
Komentar

Berita Terkini