Bentrok Antara Dua Kelompok Massa di Kubu Raya

Editor: Asmuni

Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold H.Y Kumontoy
Kubu Raya Kalbar, Borneopost.id - Telah terjadi keributan antara dua kelompok massa yakni dari Koperasi Mitra Jaya Perkasa (MJP) dengan Koperasi Tenaga Kerja Khusus Bongkar Muat (TKKBM) di Jalan Adisucipto, Kilometer 7,9, desa Parit Baru, kecamatan Sungai Raya, kabupaten Kubu Raya, provinsi Kalimantan Barat, Rabu (09/02/2022) sekitar pukul 09.30 Wib.

Keributan tersebut diduga dipicu oleh adanya pihak Koperasi TKKBM Kubu Raya yang berkumpul dengan massa kurang lebih 50 orang di depan Kantor Bumi Raya Group, sehingga memancing pihak Koperasi MJP untuk mendatangi pihak Koperasi TKKBM yang dianggap sebagai warga luar kabupaten Kubu Raya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold H.Y Kumontoy, mengatakan, yang terjadi sebanarnya masalah koparasi atau terkait masalah sistem kerja yang belum ada kesepakatan yang sudah lama terjadi antara kedua belah pihak.

Menurut Kapolres, kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh pemerintah kabupaten Kubu Raya, namun, pada proses ini belum ada tahapan yang mengatakan kesepakatan, sehingga ada konsentrasi massa yang menimbulkan provokasi dengan hal-hal lain dan terjadi bersitegang.

“Kondisi yang terjadi di lapangan tidak seperti berita-berita yang beredar. Sudah mampu diredam oleh anggota polres, dimana yang massa tadi berkumpul dan sempat terjadi bersitegang sudah kita bubarkan,” kata AKBP Jerrold H.Y Kumontoy.

AKBP Jerrold H.Y Kumontoy, menambahkan, Polres Kubu Raya juga sudah mempertemukan perwakilan dari dua kelompok massa, hanya masih menunggu hasil keputusan dari pemerintah kabupaten Kubu Raya untuk menyelesaikan persoalan ini melalui regulasi.

Kapolres menegaskan, kejadian ini tidak ada kaitannya dengan sara, sehingga masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menyaring informasi, agar tidak menimbulkan persoalan baru, terlebih peristiwa itu, saat ini sudah aman dan terkendali. Selain itu, arus lalu lintas di lokasi juga sudah berjalan lancar.

“Dalam hal ini tidak ada kaintan dengan suku, agama atau apapun, ini murni hanya terkait masalah sistem kerja yang belum dil,” tegas Kapolres. (TN)

Share:
Komentar

Berita Terkini