Pasca Banjir, Ditemukan 34 Kasus DBD Tersebar di Beberapa Puskesmas.

Editor: Redaksi

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M. Si
Sintang Kalbar, BorneoPost.id - Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M. Si memimpin jalanya rapat evaluasi penanganan banjir oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bantingsor Kabupaten Sintang, di Aula Kantor Camat Sintang, Rabu (1/12/2021).

Salah satu yang dibahas oleh Yosepha Hasnah dalam rapat tersebut adalah munculnya kasus demam berdarah atau DBD (Demam berdarah Dengue) di Kabupaten Sintang setelah banjir surut.

“Kita sudah kirim surat ke Bapak Gubernur Kalimantan Barat untuk pengajuan peralatan untuk foging dengan obat untuk campurannya. Mudah-mudahan Bapak Gubernur Kalbar bisa membantu kita sesuai dengan hasil dialog dengan beliau di Pendopo Bupati Sintang saat kunjungan kerja,” ujarnya

“Kita juga akan menyebar alat foging beserta cairanya ke 21 Puskesmas yang ada. Biasanya setelah banjir surut, akan banyak nyamuk yang bisa menyebabkan demam berdarah,” tambahnya

“Saya juga minta, kalau alat sudah cukup nanti, foging untuk satu Kecamatan Sintang agar dilakukan serentak dalam satu hari. Karena kalau dilakukan beda hari, maka yang terjadi adalah nyamuknya lari ke daerah yang belum di foging. Tapi kalau dilakukan serentak, maka nyamuknya akan mati karena semua daerah sedang dilakukan foging. Kita harus melakukan foging supaya masyarakat kita tidak terdampak bencana lainnya. Kita jangan hanya melihat dampak banjir saja, tetapi dampak lain juga kita perhatikan seperti dampak penyakit. Saya mengajak jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk sama-sama waspada terhadap penyakit demam berdarah ini,” tutup Yosepha Hasnah.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Koordinator PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Azni Firmania kepada wartawan menyampaikan bahwa kondisi pasca banjir ini, muncul kasus baru yaitu demam berdarah yang per 29 November 2021 ini sudah terjadi 34 kasus demam berdarah yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas.

“Di Puskesmas Nanga Serawai ada 8 kasus, Puskesmas Nanga Tebidah ada 9 kasus, Sungai Durian 7 kasus, Tanjungpuri ada 4 kasus, Puskesmas Darajuanti ada 1 kasus, Dedai 1 kasus, Kebong 2 kasus, Mensiku 1 kasus, Nanga Ketungau 1 kasus. Sehingga totalnya 34 kasus,” jelas Azni Firmania.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harisinto Linoh sebelumnya menyampaikan bahwa alat foging yang standby di kantor itu ada 6 unit saja.

“Jadi 6 unit itu, tidak mampu menjangkau seluruh wilayah di Kecamatan Sintang. Setiap Puskesmas punya satu alat foging yang relatif baru. Jadi total se-Kabupaten Sintang ini, kita memiliki 26 alat foging saja,” pungkasnya. **

Share:
Komentar

Berita Terkini