Pemdes Tembesuk Bersama Bhabinkamtibmas Polsek Nanga Mahap Buka Wifi Gratis Bagi Pelajar

Editor: Redaksi author photo


SEKADAU, borneopost.id - Desa Tembesuk kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalbar adalah salah satu dari wilayah yang tidak memiliki jangkauan sinyal cukup baik.


Keterbatasan akses internet menjadi kendala berarti manakala pada situasi pandemi seperti sekarang ini, para pelajar di desa tersebut harus belajar secara daring atau online. 


Untuk mengatasinya, Pemerintah Desa Tembesuk bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas Polsek Nanga Mahap, mencari solusi dengan mengadakan program "Wifi Gratis" bagi para pelajar. 


Wifi gratis ini dipasang di Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia milik Polsek Nanga Mahap, Polres Sekadau, yang secara simbolis telah dilaunching oleh pihak Pemdes Tembesuk dan Polsek Nanga Mahap pada Senin (12/10/2020) siang. 


Acara launching program Wifi Gratis dihadiri Kapolsek Nanga Mahap, IPDA Kuswiyanto beserta Bhabinkamtibmas desa Tembesuk Bripda Marten, Kepala Desa Tembesuk, Rayadi, serta pelajar SMP Satu Atap desa Tembesuk.


Kapolsek Nanga Mahap, IPDA Kuswiyanto mengatakan, program wifi gratis untuk pelajar ini merupakan program pertama yang dilaksanakan oleh Pemdes dan Bhabinkamtibmas.


"Wifi ini diperuntukkan bagi para pelajar  mulai siswa SD hingga SMA agar tidak ada lagi keluhan susah sinyal atau biaya paket mahal," kata Kapolsek dalam sambutannya.


"Kami ucapkan terimakasih kepada Pemdes Tembesuk yang telah bekerjasama dan memfasilitasi program ini, kedepannya kita akan mengontrol dan mengawasi anak-anak yang sedang belajar agar Wifi ini tidak di salah gunakan," tambahnya. 


Senada dengan Kapolsek, Kepala desa Tembesuk, Rayadi, juga menyampaikan harapan agar program wifi gratis dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelajar dan menjadi inovasi baru bagi para generasi muda desa Tembesuk untuk membiasakan diri dengan teknologi.


"Kita tingkatkan kemampuan kita yang selama ini gaptek sekarang mulai terbiasa dengan teknologi. Adanya pandemi membuat tatanan berubah dan kita harus beradaptasi, gunakan teknologi untuk belajar dan menambah wawasan," ujar Rayadi. (hms) 

Share:
Komentar

Berita Terkini