Rapid Test, Tiga ODP di Sekadau Reaktif Covid-19

Editor: Redaksi
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten Sekadau, Henry Alpius 
SEKADAU, borneopost.id - Gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Sekadau memastikan sampai saat ini, belum ada kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sekadau.

"Sampai hari ini, belum ada pasien dalam pengawasan (PDP). Jika ada isu yang mengatakan ada yang positif Covid-19 di Sekadau, itu tidak benar," ungkap juru bicara gugus tugas Covid-19 yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Henry Alpius (7/4).

Ia menyebut, hingga hari ini, Selasa 7 April 2020, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 272 orang.

"Dari jumlah itu kata dia, 147 diantaranya sudah selesai dipantau. Sedangkan 125 orang lainnya masih dalam pemantauan," kata  Henry.

Ia mengatakan, Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sekadau juga akan melakukan rapid test menggunakan alat yang didatangkan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar). Rapid test ini, kata Henry, merupakan upaya untuk pemetaan dan deteksi penularan virus Corona.

Gugus tugas sudah melakukan rapid test terhadap 22 orang ODP secara bertahap. Mereka yang dikenakan rapid test adalah ODP yang rentan, baru bepergian dari daerah terjangkit dan yang berusia rentan.

Selain itu yang akan dilakukan rapid test bukan hanya ODP saja tetapi Kepala daerah, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) petugas Rumah Sakit dan petugas Puskesmas. 

"Petugas kesehatan kita yang pernah kontak langsung dengan ODP, juga akan dilakukan rapid test," pungkasnya.

Henry menyebut, dari hasil rapid test, sejauh ini ada 3 (tiga) orang yang reaktif. Namun, mereka yang reaktif ini, belum dapat dikatakan positif atau negatif.

"Untuk memastikannya, harus dilanjutkan dengan metode polymerace chain reaction (PCR)," jelas Henry.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sekadau ini mengatakan, dengan dilakukan rapid test, pemetaan terhadap penyebaran Covid-19 akan lebih mudah.

"Orang-orang yang kita rapid test ini dianjurkan untuk isolasi diri secara mandiri dan ketat serta tetap menjaga pola hidup sehat," pesannya. 

Henry juga meminta kepada aparatur desa untuk proaktif mengawasi, jika ada warganya yang masuk dalam daftar ODP.

"Kita minta kepada warga dan RT supaya ikut mengawasi. Jangan sampai mereka ini bebas berkeliaran," pungkas Henry Alpius. (red)

Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini